Pernak-pernik SeKATA: SukarElawan DuKA YogyakarTA
Rabu, 31 Mei 2006 | Pkl. 02:42:46 WIB | 19 kali dibacaIni dapat kiriman e-mail dari rekan yang terjun di lapangan. Kebetulan, beliau juga dosen saya. Dosen termuda di UGM yang menyandang gelar Ph.D. di bidang Hukum.
*******
Mohon perkenan membaca beberapa cerita nyata berikut ini. Bersyukurlah saya, kita semua. “Nikmat Tuhan mana lagi yang akan engkau dustakan”.
(1) SeKATA
SeKATA. SukarElawan duKA YogyakarTA. Kami tak siapa-siapa. Hanya orang-orang yang masih punya tenaga. Ada mahasiswa UGM, UII, UIN. Mahasiswa Sulawesi Selatan, pegawai Lembaga Ombudsman Daerah, Indonesian Court Monitoring, Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) dan lain-lain. SeKATA punya cara kerja sederhana. Mengumpulkan dana dari dermawan, membelikan sembako di masa tanggap darurat, dan menyalurkannya ke daerah yang belum tersentuh bantuan sama sekali.
Semua bergerak dengan sukarela, dengan kerja nyata. Tanpa banyak kata. Hanya demi korban gempa, ber-Seiya Sekata, membangun barisan:
“SukarElawan duKA YogyakarTA”
*******
Baca tulisan ini selengkapnya »


Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan



